Jumat, 30 September 2011

IMPLEMENTASI METODE DRILL/LATIHAN DAN METODE SIMULASI


IMPLEMENTASI METODE DRILL/LATIHAN DAN METODE SIMULASI KELEMAHAN DAN KEKURANGANNYA

A.    METODE DRILL/LATIHAN
1.      Konsep Metode Drill/latihan
Metode drill/latihan adalah suatu cara mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihanm agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajarinya.
Metode mengajar dengan latihan ini biasanya digunkan untuk tujuan agar siswa :
1)      Memiliki keterampilan motorik/gerak, seperti menghafal kata-kata, menulis, mempergunakan alat-alat dalam olah raga atau yang lainnya.
2)      Dalam mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi dan lain-lainya
3)      Membentuk siswa memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan keadaan yang lain, seperti mnghubungkan hubungan sebab akibat hujan dengan banjir dan lain-lain.
Dalam penggunaan metode drill/latihan agar dapat berhasil dan berdaya guna perlu ditanamkan pemahaman bagi guru maupun siswa ialah :
1)      Tentang sifat-sifat suatu latihan, bahwa setiap latihan harus selaluberbeda dengan latihan yang sebelumnya. Hal ini disebabkan karena situasi dan pengaruh latihan yang selalu berbeda juga.
2)      Guru perlu memperhatikan dan memahami nilai dari latihan itu sendiri serta kaitannya dengan keseluruhan pelajaran di sekolah. Dalam hal ini perlu diperhatikan beberapa hal yang harus digunakan oleh guru.
a.       Sebelum memasuki latihan, guru sebelumnya memberikan pengertian dan prumusam tujuan yang jelas bagi siswa.
b.      Persiapan yang baik akan mendorong atau memotivasi siswa agar resfonsif yang fungsional.
2.      Implemntasi Metode Drill
Dalam strategi pembelajaran, metode drill dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan pembelajaran karena metode drill akan memberikan keterampilan tertentu secara nyata melalui latihan yang dilakukan, ketimbang melalui penuturan (verbalisme).
Langkah-langkah metode drill
Sebelum melaksanakan metode drill, guru harus mempertimbangkan tentang sejauhmana kesiapan guru, siswa dan pendukung lainnya yang terlibat dalam penerapan metode ini.
1)      Persiapan
Pada tahap ini, ada beberapa hal yang dilakukan, antara lain :
Ø  Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa.
Ø  Tentukan dengan jelas keterampilan secara spesifik dan berurutan
Ø  Tentukan rangkaian gerakan atau langkah yang harus dikerjakan untuk menghindari kesalahan
Ø  Lakukan kegiatan pradrill sebelum menerapkan metode ini secara penuh
2)       Tahap pelaksanaan
Ø  Langkah pembukaan
Dalam langkah pembukaan, beberapa hal yang perlu dilaksanakan oleh guru diantaranya mengemukakan tujuan yang harus dicapai, bentuk-bentuk latihan yang akan dilakukan.
Ø  Langkah pelaksanaan
a.       Memulai latihan dengan hal-hal yang sederhana dulu
b.      Ciptakan suasana yang menyenangkan/menyejukkan
c.       Yakinkan bahwa semua siswa tertarik untuk ikut
d.      Berikan kesempatan \kepada siswa untuk terus berlatih
Ø  Langkah mengakhiri
Apabila latihan sudah selesai, maka guru harus terus memberikan motivasi untuk siswa terus melakukan latihan secara berkesinambungan sehingga latihan yang diberikan dapat semakin melekat, terampil dan terbiasa.
3.      Kelebihan dan KekuranganMetode Drill
a.       Kelebihan metode drill
ü  Dengan metode drill, verbalisme (penuturan) akan dapat dihindari.
ü  Proses pembelajaran akan lebih menarik.
ü  Siswa dapat membandingkan antara teori dan kenyataan.
ü  Pesan-pesan yang disampaikan/diperagakan akan lebih diingat dan bertahan lama
ü  Dapat menghindari kejenuhan
ü  Dapat membantu guru yang kurang memahami materi.
b.      Kekurangan metode drill
ü  Metode drill memerlukan persiapan yang lebih matang
ü  Metode drill memerlukan peralatan, bahan, dan tempat yang memadai
ü  Metode drill memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus
ü  Metode drill kadang membutuhkan waktu yang lebih dari pada waktu yang tersedia

B.     METODE SIMULASI
1.      Konsep Metode Simulasi
Simulasi berarti tiruan atau perbuatan yang dilakukan dengan pura-pura. Simulasi dalam metode mengajar dimaksudkan sebagai cara untuk menjelaskan suatu bahan pelajaran melalui perbuatan yang bersifat pura-pura, atau melalui proses tingkah laku imitasi atau bermain pura-pura yang seolah-olah dalam keadaan yang sebenar-benarnya.
Simulasi sangat baik untuk mengetahui keterampilan kognitif dan psikomotorik yang telah diperoleh melalui metode-metode lain.
2.      Jenis-jenis Simulasi
1)      Sosiodrama
Sosiodrama adalam metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan fenomena social, permasalahan yang menyangkut hubungan antara manusia seperti masalah kenakalan remaja, narkoba, dan sabagainya.
2)      Psikodrama
Psikodrama adalah metode pembelajaran dengan bermain peran yang bertitik tolak dari permasalahan-permasalahan psikologis. Psikodrama biasanya digunakan untuk terapi. Yaitu agar siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya.


3)      Peer teaching
Peer teaching adalah latihan mengajar yang dilakukan oleh pelajar (calon guru) kepada sesame pelajar/mahasiswa calon guru.
4)      Role playing atau bermain peran
Adalah metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasikan peristiwa sejarah atau peristiwa actual.
3.      Langkah-langkah Simulasi
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam metode simulasi antara lain :
Ø  Menerapkan topic atau masalah serta tujuan yang hendak dicapai oleh simulasi
Ø  Guru memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akan disimulasikan
Ø  Guru menetapkan pemain yang akan terlibat dalam simulasi, peran yang dimainkan

0 komentar:

Poskan Komentar